Changes

Teras Kontur

7,614 bytes added, 00:38, 28 October 2017
no edit summary
test{{Language-box|english_link=Water Portal / Rainwater Harvesting / Groundwater recharge / Contour ridges | french_link= Coming soon | spanish_link= Coming soon | hindi_link= वाटर पोर्टल / वर्षाजल संचयन / भूजल पुनर्भरण / कंटूर मेड़बंदी | malayalam_link= Coming soon | tamil_link= Coming soon | korean_link= Coming soon | chinese_link=等高地垄 | indonesian_link= Teras Kontur | japanese_link= 水のポータル サイト / 雨水貯留 / 地下水涵養 / 等高線畝 }} [[Image:contour ridges icon.png|right|80px]][[Image:ContourRidges.JPG|thumb|right|200px| Teras Kontur Foto: [http://www.flickr.com/photos/makeamark/5983682258/in/photostream/ Membuat tanda.]]]__NOTOC__ '''Teras Kontur''', kadang-kadang disebut siring kontur atau daerah aliran sungai mikro, digunakan untuk produksi tanaman. Teras mengikuti kontur biasanya pada jarak 1 sampai 2 meter. Limpasan dikumpulkan dari lajur yang belum diolah antara teras dan disimpan dalam alur tepat di atas teras. Tanaman ditanam di kedua sisi alur. Hasil limpasan dari tangkapan sangat pendek sangat efisien dan bila dirancang dan dibangun dengan benar seharusnya tidak ada kehilangan limpasan dari sistem. Keuntungan lain adalah pertumbuhan tanaman bahkan karena setiap tanaman memiliki area tangkapan air yang berkontribusi hampir sama.  Karena teknik teras kontur menyiratkan metode pengolahan dan penanaman baru dibandingkan dengan budidaya konvensional, petani pada mulanya enggan menerima teknik ini. Oleh karena itu pertunjukan dan motivasi sangat penting. Di sisi lain, ini adalah salah satu metode panen air yang paling sederhana dan murah. Teknik teras kontur dapat dilaksanakan oleh petani dengan cara menggunakan cangkul, tanpa atau dengan sedikit biaya tambahan. Bantuan eksternal dibatasi. Atau dengan cara lain, teknik teras kontur dapat dimekanisasikan dan berbagai alat-alat dapat digunakan. Bila digunakan oleh petani di lahannya sendiri, sistem tersebut tidak menimbulkan konflik kepentingan antara pelaksana dan penerima manfaat. ===Kondisi yang cocok===Teras kontur untuk produksi tanaman dapat digunakan di bawah kondisi yang berikut ini: * Padang dari datar naik hingga 5.0%. * Curahan hujan di padang 350-700 mm.* Daerah dengan aliran sungai-sungai kecil atau berombak-ombak harus dihindari. Jarak antara teras harus disesuaikan tergantung pada jumlah curahan hujan.<br>Teknologi dengan biaya rendah ini memiliki potensi untuk meningkatkan ketahanan pangan di tahun-tahun yang mengalami curah hujan di bawah normal.<br> Kepadatan penanaman yang rendah secara relatif menjerakan petani, terutama di tahun yang baik, dan teknik ini tidak bekerja dengan baik pada lereng yang curam.Teras kontur terbatas untuk daerah dengan curahan hujan yang relatif tinggi, karena jumlah limpasan yang dipanen relatif kecil karena area waduk yang kecil.  ===Pembangunan, pengoperasian dan pemeliharaan===[[Image:ContourRidgeDrawing.JPG|thumb|right|200px| Teras kontur di Kenya. Foto: SAI.]]Tata letak secara keseluruhan terdiri dari teras tanah yang sejajar, atau hampir sejajar, kira-kira pada kontur berjarak antara satu dan dua meter. Tanah digali dan ditempatkan lebih ke bawah untuk membentuk teras, dan alur yang digali di atas teras mengumpulkan limpasan dari jalur tangkapan air di antara teras. Ikatan tanah yang kecil di dalam alur disediakan setiap beberapa meter untuk memastikan penyimpanan limpasan yang imbang. Selokan pengalihan mungkin diperlukan untuk melindungi sistem dari limpasan dari luar.  Teras hanya perlu setinggi diperlukan untuk mencegah kelampauan oleh limpasan. Karena limpasan yang dipanen hanya dari lajur kecil antara teras, ketinggian 15-20 cm sudah cukup. Jika pematang berjarak lebih dari 2 meter, ketinggian teras harus dinaikkan. Area yang ditanamkan ini tidak mudah untuk didefinisikan. Merupakan teknik umum untuk menganggap sebuah lajur sebesar 50 cm dengan alur di pusatnya. Tanaman ditanam dalam zona ini,dan menggunakan limpasan yang terkonsentrasi dalam alur.Jadi untuk jarak khas 1,5 m di antara teras, rasio C: CA adalah 2: 1; Itu adalah jalur tangkapan air setinggi satu meter dan jalur tanam setengah meter. Jarak sebesar 2 meter antara teras akan memberikan rasio 3:1. Rasio C:CA dapat disesuaikan dengan memperbesar atau memperkecil jarak antara teras.  Perawatan yang minimal diperlukan jika teras dibangun dengan benar pada awalnya. Perawatan melibatkan rekonstruksi setiap baris dan teras yang mungkin roboh. ===Biaya===Dengan tenaga kerja manusia, diperlukan sekitar 32 orang hari / ha. Menggunakan mesin, kebutuhan waktu berkurang, tetapi biaya akan meningkat menjadi sekitar US$ 100/ha. Teknologi ini dianggap sebagai biaya rendah, meskipun tingkat penggunaannya belum tinggi. ===Pengalaman lapangan===Walaupun teras kontur dapat dibentuk dengan tangan atau dengan rancangan hewan , pelaksanaannya juga dapat dimekanisasikan. Cara kerja ini terutama cocok untuk implementasi di skala yang lebih besar. Program Terpadu untuk Rehabilitasi Damergou, Niger sedang menguji cara untuk membawa lahan yang terdegradasi kembali ke penggunaan produktif, di mana curah hujan tahunan hanya berkisar 300 mm. Teknik teras kontur untuk produksi tanaman diperkenalkan pada tahun 1988.  Untuk tujuan ini, sebuah bajak yang khusus dirancang untuk membentuk teras, biasanya di garis lurus (meski kira-kira pada teras),pada jarak 2 meter. Mesin tersebut dapat dibalikkan, dan lapisan tanah di bawah alur-alur digaruk untuk meningkatkan tingkat infiltrasi. Ikatan silang dibentuk oleh mesin pada jarak yang dikontrol secara otomatis. Dilaporkan bahwa satu hektar dapat dikerjakan dalam satu jam, dan sampai 1.000 ha dalam musim empat bulan dengan satu mesin. Namun keterlibatan para penduduk desa dan implikasi untuk kepemilikan tanah harus dipertimbangkan secara hati-hati selama program itu berkembang. ====Proyek-proyek Akvo RSR====Proyek-proyek berikut ini memanfaatkan teras kontur.<br>{|style="border: 2px solid #e0e0e0; width: 20%; text-align: justify; background-color: #e9f5fd;" cellpadding="2"|- style="vertical-align: top"|[[Image:akvorsr logo_lite.png|center|60px|link=http://akvo.org/products/rsr/]]|- style="vertical-align: bottom"|[[Image:project 674.png|thumb|center|140px|<font size="2"><center>[http://rsr.akvo.org/project/674/ Proyek RSR 674 ]<br>Wateroogst: <br> Konso Woreda/Eshimale</center></font>|link=http://rsr.akvo.org/project/674/ ]] |} <br> ===Petunjuk, video dan tautan===* [http://www.thewaterchannel.tv/images/watersmartagriculture_CGIAR_2015.pdfPertanian Water-Smart di Afrika Timur], sebuah upaya kolaborasi oleh [http://www.care.org/ CARE], [http://globalwaterinitiative.org/ GWI], [http://www.iwmi.cgiar.org/ IWMI], dan [http://www.cgiar.org/ CGIAR]. Sebuah buku sumber dengan 321 halaman untuk meningkatkan pengelolaan air untuk petani pekebun rakyat.  * [http://www.fao.org/docrep/U3160E/u3160e07.htm 5.Teknik Pemanenan Air.] FAO. * Wiki yang besar mengenai penggunaan air untuk pertanian: [http://web.archive.org/web/20151025174729/http://agropedia.iitk.ac.in:80/ Agropedia] ===Ucapan Terima kasih===* Rufino, L., [http://www.saiplatform.org/uploads/Modules/Library/SAI%20Technical%20Brief%205%20%20The%20Importance%20of%20Soil%20to%20Water%20Use.pdfRingkasan Teknis Konservasi Air: TB 2 _ Pemanenan Air hujan dan Pengisian Ulang Buatan ke Air Tanah]. Inisiatif Pertanian Berkelanjutan (SAI). Agustus 2009.* Departemen Manajemen Sumber Daya Alam dan Lingkungan, [http://www.fao.org/docrep/U3160E/u3160e07.htm 5.Teknik Pemanenan Air.] FAO.
Akvopedia-spade, akvouser, bureaucrat, emailconfirmed, staff, susana-working-group-1, susana-working-group-10, susana-working-group-11, susana-working-group-12, susana-working-group-2, susana-working-group-3, susana-working-group-4, susana-working-group-5, susana-working-group-6, susana-working-group-7, susana-working-group-8, susana-working-group-9, susana-working-group-susana-member, administrator, widget editor
30,949
edits